Rabu, 13 April 2016

Mengenal Batik, Mahakarya Indonesia

Boleh dibilang pasti hampir semua orang punya batik. Ya, minimal pasti punya kemeja batik buat kondangan dan pesta. Tapi yakin pasti enggak banyak yang tahu tentang sejarah batik di Indonesia. Di sini saya mau berbagi informasi tentang batik agar kita dan saya akan selalu terus bangga dan melestarikan batik.


Batik telah lama hadir di Nusantara sejak dulu kala. Disadari atau tidak, tradisi ini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam setiap denyut kehidupan manusia Indonesia. Sejak lahir kalau ada yang berasal dari Jawa sudah dikainkan oleh batik, juga selama hidup dan berkarya, hingga meninggalkan alam dunia yang fana.


Batik adalah sebuah tradisi melukis di atas kain asli Indonesia. Kain-kain yang digambar dengan aneka motif unik dan khas itu kemudian dikreasikan dalam berbagai rupa dan fungsi, serta digunakan oleh masyarakat. Motif yang muncul pada kain tersebut dibuat dengan cara dilukis dengan menggunakan canting dengan teknik pewarnaan yang menggunakan bahan alami.


Keberadaan batik di Indonesia memiliki kisah yang panjang. Tradisi batik diperkirakan muncul di Nusantara, khususnya Jawa, pada masa kerajaan Majapahit atau abad ke-12. Hal itu ditandai dengan ditemukannya arca Prajnaparamita (Dewi Kebijaksanaan) di Jawa Timur abad ke-13. Pada arca tersebut digambarkan bahwa Sang Dewi mengenakan kain yang dihiasi dengan motif sulur tumbuhan dan bunga, motif yang masih dijumpai hingga sekarang. 

pembuatan-batik
Proses pembuatan batik (Foto: Barry Kusuma)

Tak hanya di Jawa, batik sesungguhnya juga dijumpai di daerah lain di Tanah Air, seperti Sumatera, Bali, Sulawesi, hingga Papua. Seperti halnya di Jawa, setiap batik memiliki ciri khas masing-masing yang unik dan punya sejarah yang panjang.


Pada 1817 batik mulai dikenal di Eropa seiring dengan terbitnya buku History of Java, karya Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Inggris yang pernah bertugas di Jawa, yang di dalamnya terdapat kisahkan tentang batik. Kemudian pada 1873, seorang saudagar menyumbangkan batik Jawa ke Museum Etnik di Rotterdam, yang didapatkannya saat berkunjung ke Tanah Jawa.


Pada batik tulis, motif dan corak batik yang terdapat pada kain dibuat dengan menggunakan tangan dengan bantuan canting. Sementara pada batik cap, motif dibuat dengan cara dicap atau dengan alat cetak yang terbuat dari lempengan tembaga. Sedangkan batik lukis adalah proses pembuatan batik dengan cara langsung melukis pada kain putih.


Teknik pembuatan batik tersebut turut mempengaruhi waktu dalam pembuatannya. Untuk batik tulis, misalnya, batik ini memerlukan waktu pembuatan antara 2 hingga 3 bulan. Sedangkan untuk batik cap, waktunya lebih cepat, dimana hanya sekitar 2 sampai 3 hari saja.


Motif atau corak maupun warna yang terdapat pada batik juga sangat beragam. Secara umum, batik yang dibuat oleh komunitas atau warga yang hidup di daerah pesisir memiliki motif khas yang cenderung bersifat naturalis dan warna yang cerah sebagaimana yang nampak pada batik Cirebon atau Pekalongan. Sedangkan, pada batik Jogja atau Solo, warna cenderung gelap, cokelat, hitam atau kuning dan motifnya lebih bersifat abstrak.

batik-pekalongan
Batik pekalongan (Foto: Barry Kusuma)

Motif batik biasanya diwariskan secara turun temurun dan memiliki makna tersendiri. Ada pula motif yang menunjukkan status seseorang. Pada motif parang, misalnya, motif ini merupakan motif yang biasa digunakan oleh kalangan ningrat atau bangsawan di Jawa. Kain batik yang dibuat pada umumnya berupa produk yang berkaitan dengan busana. Selain berupa kain panjang, batik juga muncul dalam bentuk lain, seperti blangkon, ikat dan kain gendongan untuk anak.


Sampai dengan awal abad 21, batik masih kental dengan nuansa konservatif. Walau ada upaya untuk memperkenalkan batik lebih luas lagi, hasilnya masih belum sesuai harapan.


Tapi kondisinya mulai berubah sejak tahun 2009. Pamor batik jadi lebih bersinar dan makin banyak kalangan, terutama kaum muda, yang antusias mengenakan batik. Generasi muda penerus batik, biasanya ibunya masih membatik, anaknya yang masih kecil ikut tertarik belajar untuk membatik juga.


Kondisi ini tak lepas dari momentum diresmikannya batik sebagai “Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity” (Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi) oleh UNESCO. Berangkat dari momentum itu pula, pemerintah kemudian menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. Imbauan Pemerintah kepada kalangan perusahaan swasta agar segenap karyawannya mengenakan batik sekali dalam seminggu pun mendapat sambutan yang sangat positif.


Selain itu, ada hal lain yang cukup membanggakan seiring dengan makin tingginya kesadaran akan berharganya nilai batik, yaitu dengan ditemukannya metode modern oleh komunitas pencinta batik, yang kemudian dikenal dengan batik faktal. Dengan metode baru ini, motif-motif batik Nusantara dapat didokumentasikan dan membuat para perajin batik khususnya dapat berkreasi lebih luas lagi.

penjual-batik
Penjual batik (Foto: Barry Kusuma)

Kini produk batik yang muncul pun makin bervariasi. Tak lagi sebatas pada busana kebaya atau kemeja pria, batik juga muncul dalam aneka produk atau aksesoris, seperti aneka tas hingga alas kaki (sandal atau sepatu). Adanya pengakuan dari lembaga internasional menjadi bukti bahwa batik merupakan sebuah karya agung masyarakat Indonesia yang sarat akan nilai-nilai luhur dan patut dilestarikan. Karenanya, sudah sepatutnya bila batik mendapatkan apresiasi dan dilestarikan serta bermanfaat bagi generasi yang akan datang. 

Tentang batik dalam perspektif yang lain

Batik tulis klasik
Blog untuk menampung aneka hal tentang batik. Cara membuat, penggunaan, jenis, dan lain-lain berkaitan dengan batik. Batik sendiri di wikipedia sudah cukup dijelaskan antara lain seperti berikut:
Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober, 2009.
Seperti biasa, definisi apapun dapat diperdebatkan, jangan kata dari Wikipedia, dari terbitan resmi pemerintah pun masih bisa
didiskusikan. Dan, setiap orang tentu saja berhak membuat definisi sendiri sesuai pemahaman atau kebutuhannya. Di artikel-artikel berikut lainnya akan lebih jelas seperti apa batik sebenarnya. Setidaknya menurut banyak sumber yang bisa dijangkau.
batik peksi merak
Motif batik klasik “Peksi Merak”
Tentang Motif Batik
Di samping ini contoh batik tulisdengan motif yang biasa disebutbatik peksi merak. Sebuah nama yang tidak terlalu umum dikenal seperti halnya motif klasik batik lain semacam Parangatau Megamendung. Sesungguhnya kekayaan motif batik klasik luar biasa mencengangkang. Namun karena kemudahan teknik printing kain, motif klasik menjadi banyak yang ‘hilang’. Bukan hilang harfiah, tapi sudah tidak dikenali lagi. Karena dengan kemudahan teknik printing maka modifikasi motif klasik menjadi motif yang lebih masa kini menjadi jauh lebih mudah. Bahkan motif yang sama sekali baru dan tidak pernah dikenali di dunia Batik Klasik banyak bermunculan.
Motif klasik yang bisa diterakan pada bahan kain dengan cara ‘menuliskan’ canting atau dengan cap cenderung bertahan dalam bentuk dan paduan warna. Batik-batik yang tidak dibuat dengan cara printing, paduan warnanya cenderung terbatas tidak semeriah batik-batik modern yang dibuat dengan mesin.
Canting untuk membatik
Canting
Teknik Membatik Tradisional 
Pada dasarnya ada dua teknik membuat batik klasik, yakni batik tulis dan batik cap gambar di samping ini adalah Canting untuk ‘menuliskan’ batik di atas kain sebelum diwarnai (dicelup cairan berwarna). Dapat dibayangkan  waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan selembar kain batik, karena setiap titik dan garis dibuat satu persatu. Tidak herah batik -batik yang rumit motifnya membutuhkan waktu berbulan-bulan, hanya untuk selembar batik!
Teknik membuat batik dengan menuliskan canting ini di masa sekarang berkembang menjadi salah satu teknik melukis di atas selembar kain sebagai kanvasnya.
Untuk mempercepat pembuatan gambar dikenal teknik ‘cap’. Gambar-gambar tidak lagi dibuat titik per titik garis pergaris, namun satu gambar utuh dicapkan. Efek penggunaan cap antara lain gambar menjadi lebih identik. Meskipun kesamaannya tidak seperti batik printing yang hampir 100%. Namun tidak seperti batik tulis yang setiap gambar (meskipun berpola/berulang di selembar kain) masing-masing gambar selalu unik, karena dibuat tangan satu persatu.
Pemakaian Batik
Awalnya batik (yang tentu saja semuanya dibuat secara tradisional) hampir setiap lembat batik diperuntukkan untuk tujuan tertentu dalam penggunaan atau pemakaiannya. ‘Aturan’ yang berupa kesepakatan tidak tertulis ini ditaati dengan baik oleh masyarakat pemakai batik. Pemakainya pun kalangan khusus. Tidak setiap orang boleh atau dapat menggunakan setiap batik. Baik dalam pengertian motif ataupun sebagai kain saja. Para bangsawan sebagai kaum utama pengguna batik juga menaati aturan jenis motif yang digunakan pada berbagai kesempatan. Tidak akan ada orang yang mengenakan batik untuk pernyataan berduka pada saat upacara pernikahan, misalnya.
Konon, para pemakai batik bahkan memiliki sendiri kru pembuat batik, yang biasanya memiliki ‘rahasia’ terntetu dalam teknik membatik. Hasilnya adalah meskipun dengan motif yang sama, dapat diketahui siapa pembuat batik itu atau dari daerah mana batik itu berasal.
Motif-motif klasik batik tulis juga memiliki ‘nilai filosofis’ tertentu. Biasanya berupa doa atau harapan seperti misalnya pemakainya selalu berbahagia, atau selalu berlimpah rejeki. Hal yang tidak pernah dijumpai di masa modern dunia fashion. Para penggemar batik tidak memandang batik sebagai selembar kain saja. Batik dengan motif khusus pada acara khusus akan memiliki aura tersendiri. Bisa berkesan magis, atau terasa spiritualistik.
Batik di era modern
Selain berkembangnya motif (bentuk dan pewarnaan) batik, teknik printing telah memudahkan pembuatan kain bermotif batik. Batik printing dapat dibuat secara masinal dalam jumlah yang besar. Harganya menjadi lebih terjangkau banyak orang. Aturan pemakaian batik atau motif tertentu pada masa hanya ada batik klasik, menjadi tidak berlaku lagi. Asal sesuai selera, batik apa saja boleh dikenakan siapa saja pada berbagai kesempatan. Termasuk pakaian seragam organisasi dan anak sekolah.
Batik juga telah semakin mendunia pemakaiannya. Tokoh pesohor dunia banyak yang terdokumentasikan tengah mengenakan batik. Instansi pemerintah, diikuti juga organisasi non pemerintah, bahkan menetapkan hari tertentu sebagai hari untuk mengenakan busana batik, atau kain dengan corak tradisional lain (yang belakangan dikelompokkan ke dalam batik juga).
Dimasa sekarang motif batik tidak hanya ada di atas kain. Aneka benda ternyata lebih cantik dengan motif batik di permukaannya. Bahkan kendaraan dan pesawat terbang. Ya, batik semakin memasyarakat. Dan telah diakui resmi sebagai hak milik Indonesia non bendawi oleh organisasi dunia Unesco.

12 Fakta Unik Tentang Batik yang Harus Kamu Ketahui

sebagai orang Indonesia kamu harus tahu fakta-fakta unik tentang batik. Oh ya, selamat hari batik nasional ya gan.....
Berikut adalah 12 fakta unik tentang batik yang perlu kamu ketahui :


1. Sejarah Nama Batik


Kata “Batik” berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: “amba”, yang bermakna “menulis” dan “titik” yang bermakna “titik”

2. Teknik Pembuatan Batik


Batik adalah salah satu cara pembuatan motif pada kain. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing.

3. Dalam Bahasa Jawa


10 dari 11 proses pembuatan batik selalu diawali dengan huruf "N". Dimulai dari Nyungging (membuat pola motif batik di kertas), Njaplak (memindahkan pola dari kertas ke kain), Nglowong (melekatkan malam di kain dengan canting sesuai garis pola), Ngiseni (memberi motif isian atau isen-isen pada motif yang sudah dilekatkan dengan malam), Nyolet ( mewarnai motif bunga atau burung dengan kuas), Mopok (menutup bagian yang dicolet dengan malam. Tahap ini diiringi dengan nembok atau menutup bagian dasar kain yang tidak perlu diwarna), Ngelir (melakukan proses pewarnaan kain secara menyeluruh), Nglorod (merupkan proses pembilasan yang dilakukan dua tahap. Di pertengahan dan akhir. Caranya dengan merendam kain di air mendidih), Ngrentesi (memberikan titik menggunakan canting berjarum tipis), Nyumri (menutup bagian tertentu dengan malam), Nyoja (mencelupkan kain dengan warna coklat atau sogan. Seperti ciri khas batik Jogja dan Solo).

4. Batik Sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO


UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober, 2009. Dalam prosesnya banyak kendala terutama pembuktian bahwa batik benar benar berasal dari indonesia.

5. Membatik Mata Pencaharian Wanita Jaman Dulu


Batik merupakan kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya “Batik Cap” yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini.

6. Pengenalan Batik Pertama Kali


Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.


7.Motif Dan Corak Batik


Motif dan corak batik setiap daerah berbeda corak ini mengakomodasi flora dan fauna.Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah.Batik saat ini dibedakan menjadi dua. Batik tradisional dan Batik moderen. Pada batik tradisional masih menggunakan motif berfilosofis yang umumnya mencerminkan daerah pembuatan. Sedangkan motif batik moderen tidak bermakna simbolik dan cenderung berwarna bebas seperti ungu, biru, kuning, dsb. Untuk batik tradisional cenderung berwarna gelap, putih, atau coklat kehitaman.

8. Konfrontasi Pihak Asing


Potensi batik yang sangat besar menjadikan batik diburu sebagai budaya luar salah satu negara yang mengklaim adalah malaysia. sebelum diakui UNESCO malaysia sempat memasukkan batik Sebagai warisan leluhur mereka.

9. Festival Batik


Solo dan Pekalongan jadi kota di Indonesia yang konsisten menggelar acara batik, mulai dari mengadakan Festival Batik Solo, Karnaval Batik Solo, Festival Batik Cina.

10. Batik Sebagai Fashion Dunia


Desainer desainer indonesia mulai mengenalkan batik terhadap luar negeri. keindahan coraknya dikenalkan melalui berbagai ajang salah satunya miss universe. perancang batik terkemuka indonesia adalah Annie Avantie.

Beberapa artis Hollywood dan tokoh publik Amerika yang ikut mengenakan batik di acara penting seperti Bill Gates, Jessica Alba, dan Adam Clayton (bassist U2) saat tampil di Somerville Theatre, Boston, Massachussets, Amerika Serikat. Jessica mengenakan batik saat menghadiri red carpet Step-Up’s Fourth Annual Fashion Forward Luncheon. Motif batik yang dia gunakan adalah motif Parang Rusak yang dia pakai khas Jogjakarta.

11. Jenis Batik Berdasarkan Teknik Pembuatannya


Batik tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan.
Batik cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan cap ( biasanya terbuat dari tembaga). Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari.
Batik lukis adalah proses pembuatan batik dengan cara langsung melukis pada kain putih.


12. Adat Istiadat


Dalam budaya jawa motif batik tidak boleh digunakan dalam sembarang waktu. salah satunya motif batik parang yang dilarang untuk acara pernikahan. setiap motif memiliki makna dan penempatan penggunaan dalam tradisi adat yang berbeda.

Pengertian Tentang Batik

Batik
Batik
Batik merupakan tehnik didalam menulis atau menggambar pada media tertentu dengan menggunakan lilin batik (wax /malam) untuk mencegah sebagian warna lain,didalam pembuatan batik lilin atau malam berfungsi untuk mencegah penyerapan warna lain pada saat proses pewarnaan,Definisi batik telah disepakati pada Konvensi Batik Internasional di Yogyakarta pada tahun 1997,tetapi banyak orang yang mengenal batik adalah suatu kain atau bahan dengan corak atau motif yang khas,artinya banyak orang mengartikan bahwa batik adalah sebagai motif dan bukan sebagai tehnik pembuatannya.
Ada beberapa pendapat yang mengartikan tentang asal kata batik,misal yang paling banyak dikenal adalan bahwa kata batik berasal dari bahasa proto-austronesia dan bahasa Jawa. Batik berasal dari bahasa proto-austronesia “becik” yang artinya membuat tato dan berasal dari bahasa Jawa yaitu “amba” atau menulis dan “titik”.
Batik Indonesia telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan non-bendawi pada tanggal 2 Oktober 2009. Pengakuan UNESCO ini meliputi teknik, teknologi serta motif Batik Indonesia.

Berdasarkan cara pembuatannya, batik dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:

1.  Batik tulis
Proses penggambaran lilin batik pada kain menggunakan canting.silahkan kunjungi proses pembuatan batik tulis untuk mengetahui lebih jelas tentang batik tulis
2.  Batik cap
Proses penggambaran lilin batik pada kain menggunakan cap yang dibentuk sesuai dengan motif yang diinginkan.
3.  Batik kombinasi cap tulis
Proses penggambaran malam pada pada kain menggunakan canting dan cap.
Untuk memenuhi kebutuhan dan pasar yang sangat besar untuk bahan batik maka kini batik banyak di produksi secara masal,saat ini banyak beredar kain bermotif batik atau yang terkenal dengan nama batik print. Pembuatan batik print dilakukan dengan cara mencetak motif batik diatas kain yang kemudian disusul dengan pewarnaan sebagaimana proses sablon. Batik print jika mengacu pada pengertian batik secara umum jelas bukan merupakan batik karena pada proses pembuatannya tidak menggunakan metode rintang warna atau tidak mengaplikasikan lilin batik pada kain.
Pada perkembangan lebih lanjut, saat ini mulai dikenal suatu metode baru yang menghasilkan batik print malam. Batik print malam merupakan perpaduan antara sablon dan batik. Pada metode ini, materi yang dicetak ke atas kain bukan pasta sebagaimana pada teknik sablon tetapi berupa lilin batik. Selanjutnya kain tersebut mengalami proses pencelupan (pewarnaan) sebagaimana pada proses pembuatan batik tulis dan/atau batik cap. Jika ditinjau dari sisi definisi batik, maka batik print malam dapat dikategorikan sebagai batik sebagaimana batik tulis dan batik cap.

Fakta menarik tentang Batik

tahu nggak setiap tanggal 2 Oktober kita memperingati hari apa? Khusus di Indonesia kita memperingati Hari Batik Nasional.
Yap, sudah 5 tahun sejak lembaga khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa [PBB], UNESCO menetapkan batik sebagai warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity), tepatnya 2 Oktober 2009 lalu.
UNESCO memasukkan batik dalam Daftar Representatif Budaya Tak benda Warisan Manusia. Pengakuan terhadap batik ini merupakan pengakuan internasional terhadap budaya Indonesia. Wow, keren banget ya.
Nah, itu sebabnya setiap hari besar ini, beragam lapisan masyarakat dari pejabat pemerintah, pegawai BUMN, hingga pelajar disarankan untuk mengenakan batik.
Mengingat Batik merupakan warisan budaya Indonesia, kita simak yuk fakta-fakta menarik seputar Batik yang perlu Anak Trax ketahui :
» Batik (atau kata Batik) berasal dari bahasa Jawa yaitu: “amba” yang berarti menulis dan “nitik”.
» Teknik pembuatan corak Batik, menggunakan canting atau cap dan pencelupan kain dengan menggunakan bahan perintang warna corak “malam” (wax) yang diaplikasikan di atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna.
» Pekerjaan membatik lazimnya dilakukan oleh perempuan sehingga motif atau corak batik cenderung feminin. Terkecuali beberapa daerah pesisir, batik memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak “Mega Mendung” pekerjaan membatik lazim dilakukan oleh kaum pria.
» Teknik membatik telah dikenal sejak ribuan tahun yang silam
» Batik tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan.
Seni membatik tulis
Seni membatik tulis
» Batik cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan cap ( biasanya terbuat dari tembaga). Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari.
» Batik pertama kali diperkenalkan kepada dunia dan dipopulerkan oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.
» Perlu waktu 3 tahun bagi Indonesia untuk mendapatkan pengakuan terhadap budaya batik sebagai budaya milik Indonesia setelah 6 negara perwakilan UNESCO melakukan pengkajian dan verifikasi.
» Membatik merupakan mata pencaharian wanita jaman dulu.
» Ada satu hal lagi yang lebih penting: Malaysia tidak pernah mematenkan Batik, karena Batik milik Indonesia. Yang dipatenkan oleh Malaysia hanya motif dan corak, bukan batiknya.
» Indonesia punya tokoh-tokoh yang sangat peduli dengan Batik. Antara lain: Edward Hutabarat, Iwan Tirta, Bagong Kussudiarjo, K.R.T Hardjonagoro, Ibu Sud, Eman Suparman, Tuty Cholid
Bila Anak Trax ingin tahu lebih banyak tentang batik dan ragamnya, lo bisa kok berkunjung ke Museum Tekstil Jakarta, yang ada di Jl. Aipda Ks Tubun No.2-4, Tanah Abang, Petamburan, Jakarta.
Di sini akan ada pemandu yang bakal menjelaskan dengan rinci segala jenis batik. Dan, bisa lihat langsung segala bentuk dan rupa corak batik Indonesia. Ayo, cinta budaya Batik!

Sejarah Batik Menurut Wikipedia

Batik adalah kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknikteknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009.




Etimologi

Kata "batik" berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: "amba", yang bermakna "menulis" dan "titik" yang bermakna "titik"


Sejarah teknik batik

Tekstil batik dari Niya (Cekungan Tarim), Tiongkok.
Detail ukiran kain yang dikenakanPrajnaparamita, arca yang berasal dari Jawa Timur abad ke-13. Ukiran pola lingkaran dipenuhi kembang dan sulur tanaman yang rumit ini mirip dengan pola batik tradisional Jawa.
Seni pewarnaan kain dengan teknik perintang pewarnaan menggunakan malam adalah salah satu bentuk seni kuno. Penemuan di Mesir menunjukkan bahwa teknik ini telah dikenal semenjak abad ke-4 SM, dengan diketemukannya kain pembungkus mumi yang juga dilapisi malam untuk membentuk pola. Di Asia, teknik serupa batik juga diterapkan di Tiongkok semasa Dinasti T'ang (618-907) serta di India dan Jepang semasaPeriode Nara (645-794). Di Afrika, teknik seperti batik dikenal oleh Suku Yoruba di Nigeria, serta Suku Soninke dan Wolof di Senegal.[2]. Di Indonesia, batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit, dan menjadi sangat populer akhir abad XVIII atau awal abad XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad XX dan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920-an.[3]
Walaupun kata "batik" berasal dari bahasa Jawa, kehadiran batik di Jawa sendiri tidaklah tercatat. G.P. Rouffaer berpendapat bahwa tehnik batik ini kemungkinan diperkenalkan dari India atau Srilangka pada abad ke-6 atau ke-7.[2] Di sisi lain, J.L.A. Brandes (arkeolog Belanda) dan F.A. Sutjipto (sejarawan Indonesia) percaya bahwa tradisi batik adalah asli dari daerah seperti TorajaFloresHalmahera, dan Papua. Perlu dicatat bahwa wilayah tersebut bukanlah area yang dipengaruhi oleh Hinduisme tetapi diketahui memiliki tradisi kuna membuat batik.[4]
G.P. Rouffaer juga melaporkan bahwa pola gringsing sudah dikenal sejak abad ke-12 di KediriJawa Timur. Dia menyimpulkan bahwa pola seperti ini hanya bisa dibentuk dengan menggunakan alat canting, sehingga ia berpendapat bahwa canting ditemukan di Jawa pada masa sekitar itu.[4] Detil ukiran kain yang menyerupai pola batik dikenakan oleh Prajnaparamita, arca dewi kebijaksanaan buddhis dari Jawa Timur abad ke-13. Detil pakaian menampilkan pola sulur tumbuhan dan kembang-kembang rumit yang mirip dengan pola batik tradisional Jawa yang dapat ditemukan kini. Hal ini menunjukkan bahwa membuat pola batik yang rumit yang hanya dapat dibuat dengan canting telah dikenal di Jawa sejak abad ke-13 atau bahkan lebih awal.
Legenda dalam literatur Melayu abad ke-17, Sulalatus Salatin menceritakan Laksamana Hang Nadim yang diperintahkan oleh Sultan Mahmud untuk berlayar ke India agar mendapatkan 140 lembar kain serasah dengan pola 40 jenis bunga pada setiap lembarnya. Karena tidak mampu memenuhi perintah itu, dia membuat sendiri kain-kain itu. Namun sayangnya kapalnya karam dalam perjalanan pulang dan hanya mampu membawa empat lembar sehingga membuat sang Sultan kecewa.[5] Oleh beberapa penafsir,who? serasah itu ditafsirkan sebagai batik.
Dalam literatur Eropa, teknik batik ini pertama kali diceritakan dalam buku History of Java (London, 1817) tulisan Sir Thomas Stamford Raffles. Ia pernah menjadi Gubernur Inggris di Jawa semasa Napoleon menduduki Belanda. Pada 1873 seorang saudagar Belanda Van Rijekevorsel memberikan selembar batik yang diperolehnya saat berkunjung ke Indonesia ke Museum Etnik di Rotterdam dan pada awal abad ke-19 itulah batik mulai mencapai masa keemasannya. Sewaktu dipamerkan di Exposition Universelle di Paris pada tahun 1900, batik Indonesia memukau publik dan seniman.[2]
Semenjak industrialisasi dan globalisasi, yang memperkenalkan teknik otomatisasi, batik jenis baru muncul, dikenal sebagai batik cap dan batik cetak, sementara batik tradisional yang diproduksi dengan teknik tulisan tangan menggunakan canting dan malam disebut batik tulis. Pada saat yang sama imigran dari Indonesia ke Wilayah Persekutuan Malaysia juga membawa Batik bersama mereka.
Sekarang batik sudah berkembang di beberapa tempat di luar Jawa, bahkan sudah ke manca negara. Di Indonesia batik sudah pula dikembangkan di Aceh dengan batik Aceh, Batik Cual di Riau, Batik Papua, batik Sasirangan Kalimantan, dan Batik Minahasa.

Budaya batik

Pahlawan wanita R.A. Kartini dan suaminya memakai rok batik. Batik motif parang yang dipakai Kartini adalah pola untuk para bangsawan.
Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa pada masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga pada masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya "Batik Cap" yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak "Mega Mendung", di mana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.
Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.
Batik Cirebon bermotif mahluk laut
Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.
Batik dipakai untuk membungkus seluruh tubuh oleh penari Tari Bedhoyo Ketawang di keraton Jawa.

Corak batik

Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh Tionghoa, yang juga memopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.

Cara pembuatan

Semula batik dibuat di atas bahan dengan warna putih yang terbuat dari kapas yang dinamakan kain mori. Dewasa ini batik juga dibuat di atas bahan lain seperti suterapoliesterrayondan bahan sintetis lainnya. Motif batik dibentuk dengan cairan lilin dengan menggunakan alat yang dinamakan canting untuk motif halus, atau kuas untuk motif berukuran besar, sehingga cairan lilin meresap ke dalam serat kain. Kain yang telah dilukis dengan lilin kemudian dicelup dengan warna yang diinginkan, biasanya dimulai dari warna-warna muda. Pencelupan kemudian dilakukan untuk motif lain dengan warna lebih tua atau gelap. Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dicelupkan ke dalam bahan kimia untuk melarutkan lilin.

Jenis batik

Pembuatan batik cap.
Pembuatan batik tulis.

Menurut teknik

  • Batik tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan.
  • Batik cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan cap ( biasanya terbuat dari tembaga). Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari.
  • Batik lukis adalah proses pembuatan batik dengan cara langsung melukis pada kain putih.

Menurut asal pembuatan

Batik Jawa
Sebuah warisan kesenian budaya orang Indonesia, khususnya daerah Jawa yang dikuasai orang Jawa dari turun temurun. Batik Jawa mempunyai motif-motif yang berbeda-beda. Perbedaan motif ini biasa terjadi dikarnakan motif-motif itu mempunyai makna, maksudnya bukan hanya sebuah gambar akan tetapi mengandung makna yang mereka dapat dari leluhur mereka, yaitu penganut agama animisme, dinamisme atau Hindu dan Buddha. Batik jawa banyak berkembang di daerah Solo atau yang biasa disebut dengan batik Solo.

Berdasarkan daerah asal

Berdasarkan corak

Galeri

Lihat pula