Rabu, 13 April 2016

Sentra Batik

Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia. Di masa lalu membatik merupakan salah satu mata pencaharian yang ada dalam kehidupan masyarakat. Ragam corak dan warna batik dipengaruhi oleh beberapa pengaruh dari luar, sebagai contoh batik Yogyakarta dan Surakarta sebagai pusat batik Jawa dipengaruhi kehidupan keraton, daerah pesisir seperti Madura  dipengaruhi budaya pedagang dan Bali yang banyak dipengaruhi Hindu.  Oleh karena itulah maka masing-masing daerah mempunyai ragam corak dan warna yang khas.

Batik juga termasuk salah satu pusaka budaya. Pelestarian budaya akan membangun masa depan yang menyinambungkan berbagai potensi masa lalu dengan berbagai perkembangan jaman yang terseleksi. Kesinambungan yang menerima perubahan merupakan konsep utama pelestarian, yang bertujuan untuk memelihara sumber budaya dan identitas suatu lingkungan pusaka.

Pada tanggal 2 Oktober2009 UNESCO telah menetapkan batik Indonesia sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity). Ini merupakan hal yang sangat membanggakan bagi masyarakat Indonesia, karena sudah ada pengakuan dari dunia internasional bahwa batik merupakan salah satu budaya milik Indonesia asli.

Seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang pesat serta potensi pemanfaatannya secara luas, membuka peluang bagi pengaksesan, pengelolaan dan pendayagunaan informasi dalam volume yang besar secara cepat dan akurat. Dalam usaha meningkatkan pemanfaatan TIK, pemerintah melakukan transformasi e-Goverment yang memungkinkan instansi-instansi pemerintah bekerja secara terpadu untuk menyederhanakan akses ke semua informasi dan layanan publik. Dengan mempertimbangkan kebijakan pemerintah maka usaha pelestarian batik akan dikembangkan dengan memanfaatkan TIK untuk menyediakan sumber informasi yang dapat diakses oleh publik secara luas. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar